Preview & Download Catalog - Update: 26 Feb 2014

Saturday, March 16, 2013

Sejarah dan Asal Muasal Penemuan Korek Api

Do you like this lighter and want to share with your friends?

Sejarah dan Asal Muasal Penemuan Korek Api

Saat ini mungkin Anda para peng hobby atau pengoleksi korek api unik dan antik asyik-asyik saja dalam menikmati hobinya mengumpulkan alat pemantik api ini. Namun apakah Anda pernah berpikir untuk mengetahui sejarah dan asal muasal penemuan korek api itu sendiri? Serta kapan, siapa penemu pertama kali korek api itu dan bagaimana perkembangannya dari masa ke masa?

Perlu disimak bagi kita penggemar korek api unik dan antik mengenai pengetahuan dan sejarah serta asal muasal korek api itu sendiri. Alangkah lebih baik untuk menambah pengetahuan kita, jadi bukan sekedar pengoleksi saja tetapi harus bisa paham tentang sejarah dan pengetahuan akan hobby atau yang menjadi minat kita.

APA ITU KOREK API?

Korek api yang juga biasa disebut sebagai geretan atau pemantik adalah sebuah alat yang digunakan untuk menyalakan api secara terkendali, maksudnya kita sendirilah yang mengendalikan pemantik api itu. Ambil contoh saat kita hendak menghidupkan sebatang rokok, diperlukan korek api dimana kita bisa mengatur besar kecil nyala api itu sendiri. Jika nyala api terlalu besar kita bisa mengaturnya menjadi lebih kecil, begitupun sebaliknya.

SEJARAH DAN PENEMUAN KOREK API

Sejarah dan asal muasal penemuan korek api telah dimulai sejak tahun 577 sebelum masehi, adalah Bangsa Tiongkok yang telah mengembangkan korek api sederhana yang terbuat dari batang kayu yang mengandung belerang (Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas). Waaah, Bangsa Tiongkok memang selalu menjadi penemu yah, hehe...

Penemuan korek api modern pertama di zaman modern diawali oleh Robert Boyle di tahun 1680-an dengan campuran fosfor dan belerang, namun kala itu usahanya belum mencapai hasil yang memuaskan. Kemudian penemuan itu berlanjut pada tahun 1805 oleh K. Chancel, asisten Profesor L.J. Thénard di Paris, Perancis. Kepala korek api (pentol korek) merupakan campuran potasium klorat, belerang, gula dan karet. Korek api temuan K. Chancel ini dinyalakan dengan menyelupkannya ke dalam botol asbes yang berisi asam sulfat. Korek api ini tergolong mahal pada saat itu dan penggunaannya pun berbahaya sehingga tidak mendapatkan popularitas di masa itu.

Penemuan-penemuan mengenai korek api itu sendiri tidak sampai disitu, adalah kimiawan Inggris, John Walker di tahun 1826, penemu pertama kali korek api yang dinyalakan dengan cara digesek. John Walker menemukan campuran yang lebih komplit dibandingkan dengan temuan Robert Boyle dan K. Chancel, yaitu: antimon (III) sulfida, potasium klorat, natural gum, dan pasti dapat dinyalakan dengan cara menggesekkannya pada permukaan yang kasar.

John Walker (29 Mei 1781 - 1 Mei 1859)
John Walker (29 Mei 1781 – 1 Mei 1859)
Di masa John Walker, penjualan pertama yang tercatat dari tokonya adalah pada 7 April 1827 dengan istilah Friction Lights. Ia menolak mempatenkan penemuannya itu dan justru sebaliknya memilih untuk melanjutkan kajian ilmiahnya. Ia juga tidak memberikan komposisi pasti korek api ciptaannya. Di lingkungannya, ia memiliki reputasi sebagai seorang ahli botani, mengembangkan minat pada kajian mineralogi, serta menghabiskan banyak waktu dalam mengerjakan percobaan kimianya (Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).

Seiring berjalannya waktu, penemuan-penemuan serta inovasi-inovasi mengenai korek api itu sendiri semakin komplit dan sempurna setelah ditemukannya korek api gas. Negara Amerika Serikat (AS) menjadi pelopor dalam pengembangan korek api gas pada waktu itu, melalui produk terkenalnya yang mendunia sampai saat ini, yakni korek api gas merk Zippo. Korek api gas merupakan korek api yang menggunakan cairan seperti naphtha atau butana. Untuk dapat menghasilkan percikan dan menyulut terjadinya bunga api digunakan batu api yang digesekan pada permukaan yang sangat kasar, sehingga bunga api ini menyulut cairan atau gas sehingga terbakar. Besarnya api dapat diatur sehingga tidak membahayakan penggunanya (Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).

Tidak sampai disitu, pengembangan korek api pun terus berlanjut sampai sekarang yang biasa dikenal dengan korek china. YA, kembali adalah Bangsa Tiongkok (Negara China) yang menjadi pengembang alat pemantik ini. Korek China yang bisa kita temui adalah korek api berbentuk unik dan juga lucu (bentuk alat-alat perabotan rumah, peralatan kantor, bentuk berbau otomotif, olahraga, bentuk hewan, multifungsi dan bentuk jenis lainnya), aneh namun menimbulkan kesan untuk memilikinya dan bahkan dijadikan sebagai hobi pengoleksi korek api unik baik dari kalangan anak-anak, remaja dan orang dewasa sekalipun. Pengembangan jenis api yang dihasilkan dari korek api itu sendiripun menunjukkan bahwa korek api tidak mati dimakan zaman.

Jika kita mengenal api gas yang dihasilkan dari korek api itu sendiri, kami memberikan pengetahuan yang lebih spesifik mengenai jenis api yang dihasilkan dari sebuah korek api. Kami mengelompokkannya menjadi 4 jenis api untuk memudahkan para pengoleksi korek api dalam memilih korek api unik sesuai dengan seleranya masing-masing, yaitu jenis api biasa, api gas, api obor, dan api bara. Anda bisa membaca artikel kami mengenai ke empat jenis api itu pada postingan artikel kami sebelumnya. Yang jelas pengelompokan jenis api ini bukan menjadi tolak ukur yang sah, namun hanyalah sebagai penekanan atau spesifikasi yang lebih jelas, mengingat semakin berkembangnya jenis korek api itu sendiri.

Sangat menakjubkan jika kita sama-sama mengetahui sejarah dan asal muasal penemuan korek api dari masa ke masa. Karena selain fungsi utama korek api itu sendiri sebagai alat untuk menyalakan rokok ataupun kompor dan berbagai keperluan yang membutuhkan bantuan korek api, penggunaan korek api di zaman sekarang dan bahkan ke depannya sudah mulai beralih menjadi sebuah trending product atau fashion, sebagai hobi dan bisnis yang kami rasa akan terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu dan kecanggihan alat teknologi. Semoga bermanfaat...